Text
Potensi Daya Hambat Minyak Atsiri pada Daun Kemangi (Ocimum basilicum) terhadap Staphylococcus aurens Secara In Vitro
Latar Belakang : Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi pada rongga mulut. Antibiotik umumnya digunakan sebagai pengobatan infeksi untuk membunuh bakteri. Pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang benar masih kurang yang dapat menyebabkan terjadinya resistensi bakteri terhadap antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan terapi alternatif untuk mengatasi infeksi dengan menggunakan bahan alami yang berasal dari tanaman obat yaitu salah satunya minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum). Kandungan eugenol dan linalool yang terdapat dalam minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) memiliki fungsi sebagai antibakteri.
Tujuan : Menganalisis potensi daya hambat minyak atsiri pada daun kemangi (Ocimum basilicum) terhadap Staphylococcus aureus secara in vitro.
Metode : Eksperimental laboratoris dengan menghitung diameter daya hambat menggunakan metode difusi sumuran. Sampel yang diuji berjumlah 25 sampel berupa biakan Staphylococcus aureus dalam media SDA (Saboroud Dextrose Agar). Variasi konsentrasi perlakuan adalah minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) 10%, 15%, 20%, amoksisilin 500 mg (kontrol positif), dan aquades (kontrol negatif).
Hasil Penelitian : Besar rata-rata daya hambat minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) pada konsentrasi 10% adalah 3.74 mm, konsentrasi 15% adalah 3.94 mm, konsentrasi 20% adalah 4.1 mm, sedangkan kontrol positif amoksisilin adalah 39.8 mm. Uji hipotesis memiliki nilai p=
| SFKG001998 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain