Text
Potensi Daya Hambat Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) terhadap Candida albicans Penyebab Kandidiasis Oral
Latar Belakang : Candida albicans merupakan mayoritas spesies yang menyebabkan penyakit kandidiasis. Kasus kandidiasis di negara Indonesia ini menempati urutan ketiga dalam kejadian dermatomikosis. Pengobatan kandidiasis oral dapat menggunakan obat antijamur. Penggunaan antijamur baru sangat diperlukan untuk mengobati infeksi tanpa menimbulkan resistensi. Pengobatan dengan menggunakan bahan-bahan alami yang dapat meminimalisir efek samping sangat diperlukan yaitu seperti tanaman lidah buaya (Aloe vera). Kandungan antrakuinon yang terdapat dalam tanaman lidah buaya (Aloe vera) aloemoedin dan aloebarbadiod memiliki fungsi sebagai antijamur.
Tujuan : Untuk menganalisis potensi daya hambat ekstrak lidah buaya (Aloe vera) terhadap Candida albicans penyebab kandidiasis oral.
Bahan dan Metode : Eksperimental laboratoris yang menghitung diameter daya hambat menggunakan metode difusi cakram. Sampel yang diuji berjumlah 25 sampel berupa biakan jamur Candida albicans dalam media SDA (Sabouraud Dextrose Agar). Variasi konsentrasi perlakuan adalah ekstrak lidah buaya (Aloe vera) 60%, 70%, 80%, fluconazole (kontrol positif), dan aquades (kontrol negatif).
Hasil Penelitian : Besar rata-rata daya hambat ekstrak lidah buaya (Aloe vera) pada konsentrasi, 4.2 mm (60%), 9.2 mm (70%), 14.2 mm (80%), sedangkan kontrol positif fluconazole 150 mg adalah 19.2 mm. Uji hipotesis memiliki nilai p=
| SFKG001997 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain