Text
Perbandingan Efektivitas Pemakaian Obat Kumur Lidah Buaya dengan Chlorhexidine 0,2% Terhadap Penurunan Indeks Plak pada Peranti Ortodonti Cekat
Latar Belakang : Bentuk alat ortodontik yang rumit mempermudah akumulasi plak di sekitar bracket. Kontrol plak dapat dilakukan secara kimiawi yaitu obat kumur. Obat kumur chlorhexidine 0,2% teruji gold standar, tetapi penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping. Terdapat produk alami yang dapat membersihkan mulut dan menghambat pertumbuhan plak yaitu obat kumur lidah buaya.
Tujuan : untuk mengetahui perbedaan efektivitas obat kumur lidah buaya dibandingkan chlorhexidine 0,2% dalam menurunkan indeks plak gigi pada pasien peranti ortodonti cekat.
Metode : Metode yang digunakan adalah eksperimental klinis dengan desain pre test-post test design. Sebanyak 32 subjek sesuai kriteria inklusi dibagi 2 kelompok yaitu obat kumur lidah buaya dan chlorhexidine 0,2 %. Plak diukur dengan metode Attin (2005) sebelum dan sesudah berkumur selama 4 hari.
Hasil : Hasil uji Paired t-test kedua kelompok terdapat perbedaan signifikan terhadap penurunan indeks plak gigi dengan nilai p-value 0.000. Hasil uji independent t-test didapat nilai p-value 0.250, menunjukan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua obat kumur.
Kesimpulan : Kedua obat kumur efektif menurunkan indeks plak, dan perbedaan efektivitas antara obat kumur lidah buaya dibandingkan chlorhexidine 0,2% terhadap indeks plak pengguna ortodonti cekat tidak ada perbedaan efektivitas yang signifikan.
Kata Kunci : Ortodonti cekat, plak, indeks plak, obat kumur lidah buaya, obat kumur chlorhexidine 0,2%
| SFKG001971 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain