Text
Daya Antibakteri Produk Komersial Obat Kumur Jahe (Zingiber officinale) Terhadap Bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans ATCC 29522
Latar belakang : Periodontitis adalah penyakit periodontal yang sering terjadi, ditandai dengan adanya kerusakan jaringan periodontal. Penyebab utama periodontitis adalah akumulasi bakteri Aggregatibacter actinomycetemcomitans (ATCC 29522) pada daerah sulkus gingiva. Perawatan awal yang dilakukan pada periodontitis dengan scaling dan root planing disertai penggunaan obat kumur dan pengobatan antibiotik. Chlorhexidine 0,2% merupakan obat kumur gold standard yang dapat menjaga kesehatan rongga mulut, biasanya diindikasikan untuk terapi penunjang pada perawatan periodontitis. Akan tetapi, chlorhexidine 0,2% dapat menimbulkan efek samping jika digunakan jangka panjang, sehingga diperlukan obat kumur alternatif dari herbal yaitu produk komersial obat kumur jahe (Zingiber officinale) yang banyak mengandung senyawa antibakteri.
Tujuan : mengetahui daya antibakteri produk komersial obat kumur jahe (Zingiber officinale) terhadap bakteri Aggregatibacter actinomy-cetemcomitans (ATCC 29522)”.
Metode : penelitian ini bersifat true experimental laboratorium dengan menggunakan metode difusi sumuran. Terdapat satu kelompok perlakuan yaitu produk komersial obat kumur jahe (Zingiber officinale) dan chlorhexidine 0,2% sebagai kelompok kontrol positif.
Hasil : hasil penelitian menunjukkan bahwa obat kumur komersial herbal jahe (Zingiber officinale) dan obat kumur chlorhexidine 0,2% keduanya mempunyai daya antibakteri terhadap Aggregatibacter actinom-ycetemcomitans (ATCC 29522). Hasil uji Independent T-Test terdapat perbedaan yang bermakna (p
| SFKG001950 | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain